KAMPAR, Buletininews.com – Tim Datasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror kepung rumah bulatan di wilayah Aur Duri Soso Kelurahan Air Tiris Kecamatan Kampar, pada Minggu siang (21/06/2020) sekira Pukul 12.30 WIB hingga Pukul 17.00 WIB.
Pengepungan ini didapat informasi dilokasi tempat kejadian perkara oleh Kepala Biro Buletininews.com Kampar Riau, disebabkan ada tiga terduga teroris menempati rumah tersebut sejak 10 hari sebelum puasa Ramadhan 1441 Hijriah hingga dilakukannya penangkapan (21/06).
Lokasi di TKP padat pemukiman penduduk, rumah yang rapat dan akses jalan masuk adalah sebuah gang kecil yang hanya bisa dilalui sebuah mobil ukuran minibus.
Tim Densus 88 Anti Teror Mabes Polri mensterilkan lokasi radius 200 meter dengan dijaga ketat bersama personil dari jajaran Polda Riau diwilayah hukum Polres Kampar. Hingga awak media dan para insan perss tidak bisa mendekat ke titik lokasi TKP untuk mengambil data dan dokumentasi lebih akurat.
Selang berapa jam kemudian, terlihat satu unit mobil minibus keluar, disinyalir para terduga teroris yang ditangkap diangkut menggunakan mobil tersebut.
Selanjutnya, Tim Densus 88 Antiteror bersama Tim Penjinak BOM melakukan pemusnahan barang bukti BOM yang diduga Aktif. Namun, ledakan BOM tersebut tak kuat diindikasi belum selesai dirakit.
Diakui masyarakat setempat yang berada diwilayah RT 03 RW 04 Soso Aur Duri Kelurahan Air Tiris mengatakan bahwa terhadap tiga pelaku terduga teroris yang diamankan Densus 88 Mabes Polri tersebut tidaklah dikenali atau bergaul dilingkungan sejak bertempat tinggal dilingkungan tersebut.
“mereka terkesan sangat tertutup, kami tetangga aja gak tau mereka siapa dan dari mana saat tinggal dirumah yang dikontraknya itu. Mereka kami perhatikan awalnya ada 4 orang awal menempati rumah tersebut. Tak lama tinggal bertiga dirumah itu lagi hingga sekarang ini.” ungkap masyarakat yang enggan disebutkan namanya kepada awak media yang mewawancarainya.
Ditambahnya, “sholat jumat aja kami tak pernah melihat mereka menunaikannya, entah tanpa sepengetahuan kami. Pak RT aja kayaknya kecolongan dengan ditempati dilingkungannya ada terduga teroris ini.”
Saat diwawancarai meminta keterangan, Ketua RT 03 bersama Ketua RW 04 dan Pak Lurah enggan memberikan komentar terkait datang masuknya warga baru dilingkungan kerjanya. “kami aja tak tahu pak, melapor ke saya membawa KK. Ternyata tadi dicocokkan bukanlah KK nya yang pernah ditunjukkan ke saya. Untuk selanjutnya pihak polisi yang akan berstetmen” ucap Ketua RT 03.
Usai tahapan penangkapan dilokasi para terduga teroris tersebut, rumah bulatan lama yang diduga milik almarhumah nek lisuik yang dikontrak para terduga teroris itu dipasang garis polisi untuk sterilisasi lokasi guna tindakan selanjutnya setelah mengamankan para terduga teroris yang diduga berjumlah tiga orang pria lajang dan bukan berkeluarga.
Hingga berita ini ditayangkan (21/06), belum ada konfrensi perss atau keterangan resmi dari pihak kepolisian setempat.
**(hasby)
