Meranti, Buletininews.com — Pandemi Virus Corona Disease 2019 atau sebutan lain Covid-19,yang belakangan ini telah menjadi perhatian Dunia,ada 213 Negara yang telah terpapar oleh wabah yang berbahaya tersebut termasuk Indonesia,Pandemi Virus Corona tidak hanya menggerogoti kesehatan,Namun telah berdampak pada sektor ekonomi masyarakat tidak sedikit masyarakat yang kehilangan mata pencariannya.
Dalam menyikapi kondisi tersebut Pemerintah Desa Banglas Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Kepulauan Meranti Provinsi Riau, yang sebagaimana dijelaskanpe oleh Samsurizal,S,SH.Kepala Desa Banglas, Kepada Wartawan Buletin Inews.Com M.Khosir AMN,pada hari Senin 27 April 2020 yang bertempat diruang kerjanya dalam Wawancara Ekslusif,Seputar Tanggap Covid-19.
Ia menjelaskan dalam menyikapi dampak pandemi virus corona (Covid-19) yang berpengaruh terhadap sendi-sendi Ketahanan Pangan, Maka Pemdes Banglas telah melakukan privikasi pendataan penduduk melalui RT,Namun sesuai dengan hal itu Pemdes Banglas sebelumnya telah melaksanakan perubahan Anggaran Belanja Desa (APBDES) , jelas, Samsurizal.
Acuan hukumnya adalah Peraturan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDTT) Nomor; 6 Tahun 2020 Tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Desa PDTT Nomor ; 11 Tahun 2019 Tentang Prioritas Pembangunan Dana Desa Tahun 2020 , dan Surat Edaran Menteri Desa PDTT Nomor ; 8 Tahun 2020 Tentang Desa Tanggap Covid-19 dan penegasan Padat Karya Tunai Desa, terang Tok Rizal, sapaan akrabnya ,Samsurizal.
Untuk Tanggap Covid-19 tersebut Pemdes Banglas telah mengarahkan ,kepada Kepala Dusun, RT dan RW diwilayah hukumnya masing-masing segera mendata warga penduduk yang dikategori kurang mampu terutama yang terdampak akibat pengaruh Covid-19 dengan sarat warga penduduk yang bukan penerima atau sebagai peserta,Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) validasi tersebut sesuai dengan arahan Pemerintah Pusat, ungkap, Samsurizal, lagi.
Dengan adanya Perubahan tentang Anggaran Belanja Desa (APBDES) Maka ada Perubahan pula dialokasi Proyek Pembangunan Infrastruktur yang awalnya 4 paket, menjadi 1 paket, sebab
berpengaruh oleh alokasi anggaran perubahan tentang program Bantuan sosial langsung Tunai, Alokasi 1 paket program Infrastruktur tersebut akan segera dilaksanakan dengan pola Padat Karya Tunai Desa (PKDT), Adapun Program Bantuan Tunai tersebut yaitu Bantuan Langsung Tunai (BLT) Bantuan Nasional (BASNAS) Warga Lanjut Usia (WALANSIA) dan Rumah Tangga Miskin ( RUGAKIN) yang sumber Angarannya dari Dana Desa (DS), pungkas, Samsurizal.
