Pria Tua Renta Lumpuh Dari Sumonca Kampa Dipelataran SPBU Air Tiris

0 498
iklan artikel pertama

KAMPA, Buletininews.com – Di usia yang sudah tak lagi muda, senja harusnya kakek ini beristirahat sambil bermain dengan cucu. Tapi apa daya, keterbatasan ekonomi membuat pria tua renta ini harus tetap berjuang hidup.

Tubuh renta yang sudah tak bugar memaksa menopang beban hidup di negeri ini, negeri kelahirannya dibumi sarimadu serambi mekkahnya Riau Lancang Kuning.

Keriput di seluruh tubuh seolah tak menjadi penghalang untuk tetap hidup, mengais rejeki dengan segala keterbatasan semua dilakukan demi tetap hidup.

Muhammad Nasir, pria tua berusia lebih kurang 70 tahun asal Sumonca Desa Pulau Rambai Kecamatan Kampa Kabupaten Kampar Provinsi Riau terlihat duduk terpaku melihat hilir mudiknya manusia dihadapan pandangan matanya yang mulai buram memandang.

Lumpuh, Sakit-sakitan diusia senjanya ironis hidup sebatang kara tanpa orang-orang yang disayanginya. Makan dan minum dirinya dibelas kasihan orang lain, bertempat tinggal di rumah pusaka turun temurun keluarganya si kakek Muhammad Nasir.

Begitulah diceritakan si pria tua renta, kakek Nasir ketika awak media menghampiri sosok itu pada Sabtu sore (23/05/2020).

iklan artikel tengah

Kakek Nasir memiliki 7 (tujuh) orang anak dan seorang istri yang kini telah pergi meninggalkan dirinya bersama lelaki lain, karena dirinya sakit, derita kelumpuhan dan tubuhnya kini tampak tak terurus dipenuhi noda keseharian berpakaian kusam.

“masuokkan deyen kek panti jompo, sobuikkan ka pamarintah yo. Salamo ko dinagoyi deyen ko, deyen indak lai sipona nemo bantuan bontuok opo juo dai pamarintah do.” ucap si pri tua renta dengan logat bahasa melayu ocu kepada insan media yang menghampirinya saat itu.

Artinya begini “masukkan saya ke panti jompo, sampaikan ke pemerintah ya. Selama ini saya dinegeri ini tidak pernah dapatkan bantuan bentuk apapun dari pemerintah.”

Pri tua renta si kakek Nasir ini keseharian hadir di SPBU (pom pengisian bahan bakar minyak) di Air Tiris mencari dan menanti belas kasih manusia lain karena ketidakmampuan dan keterbatasannya yang dalam keadaan sakit lumpuh.

Pantauan awak media (23/05), SPBU ini terletak di pinggiran jalan lintas antar provinsi yang menghubungkan antara Pekanbaru – Bangkinang – Sumatera Barat. “kita melihat berbagai kalangan silih berganti mengisi bahan bakar minyak kendaraannya ketika melintas di jalan lintas ini. Tapi apa tidak ada yang melihat si kakek ini ? Atau ada yang melihat, namun seakan abai saja ya. Hemm, hanya segelintir yang perhatian. Karena tidak akan mendapatkan hasil apapun dari kakek ini.” imbuh masyarakat yang juga kebetulan singgah memberikan bantuan kepada si kakek ini.

Dihadapan kakek tua renta, terletak keranjang plastik tempat menampung pemberian orang lain baik makanan, minuman,, bahkan ada yang memberikan sejumlah uang alakadar dan seikhlasnya. Sesekali terdengar suara lantunan musik dan suara dari radio tua yang menemani keseharian kakek Nasir si pria tua renta ini.

**(hasby)

iklan paling bawah artikel
Iklan di bawah artikel

Leave A Reply

Your email address will not be published.