Komisi II DPRD Kab. Bengkalis Tuntaskan Persoalan Ro-Ro Dumai – Rupat

0

Bengkalis, Buletininews.com – Komisi II DPRD Kabupaten Bengkalis kembali mengadakan pertemuan bersama komisi IV DPRD Provinsi Riau untuk menuntaskan persoalan Ro-Ro penyeberangan yang tidak kunjung usai, Jum’at (04/03/2022).

Pertemuan ke empat kalinya ini masih dihadapkan pada persoalan dalam mencari solusi terbaik terhadap peningkatan pelayanan angkutan penyeberangan Ro-Ro Dumai-Rupat.

Pertemuan yang dilaksanakan diruang rapat Komisi IV DPRD Provinsi Riau ini, dihadiri Wakil Ketua I Syahrial, Ketua Komisi II Ruby Handoko/Akok, Wakil Ketua Askori, Sekretaris Zamzami Harun, ST, beserta anggota Ferry Situmeang, Laurensius Tampubolon, Giyatno, Erwan, Hendri, Rianto, Susianto SR, H. Mawardi, dan Adihan yang diterima langsung oleh anggota Komisi IV DPRD Provinsi Riau H. Abdul Kasim, Al Mainis, H. Syafrudin Iput, H. Sukarmis, Yuyun Hidayat, Hj. Farida, dan H. Saad.

Turut hadir Kadis Perhubungan Provinsi Riau Andi Yanto, perwakilan Kadis Perhubungan Kab. Bengkalis Ngawidi, pihak ASDP Ronaldo Hutabarat beserta jajaran dan Himpunan Mahasiswa Rupat (HPMR).

Anggota Komisi Komisi IV DPRD Provinsi Riau, H. Abdul kasim meminta kepada anggota DPRD Bengkalis untuk dapat menyampaikan perkembangan Ro-Ro Dumai-Tanjung Kapal, selanjutnya Dinas Perhubungan Provinsi Riau untuk menyampaikan paparannya terkait kewenangan provinsi terhadap Ro-Ro Dumai-Tanjung Kapal, seterusnya Dinas Perhubungan Kab. Bengkalis termasuk perwakilan Himpunan Mahasisawa Rupat (HPMR) untuk menyampaikan aspirasinya.

Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Bengkalis, Syahrial mengungkapkan kekesalannya kepada pihak Dishub Provinsi Riau dan ASDP. Ia menilai, kesepakatan yang telah dilakukan pada tanggal 24 Juni 2021 yang lalu menetapkan penambahan waktu pengoperasian Ro-Ro yakni dari Hari Senin hingga Hari Jum’at sampai pukul 21.00 Wib, sedangkan Hari Sabtu dan Hari Minggu itu pada pukul 22.00 Wib, namun ternyata apa yang telah disepakati tidak berjalan dengan sepenuhnya.


“Dilapangan kita lihat untuk menambah satu trip saja perlu ribut sementara Rupat dihebohkan dengan penetapan Perda RIPPAR yaitu kawasan wisata unggulan Riau dan KSPN pada 2010, tapi kenyataannya belum mampu untuk meningkatkan pelayanan, bagaimana Rupat ini layak untuk kita kunjungi,” kesal Syahrial.

Syahrial juga mengungkapkan semua keluhan dan aduan masyarakat terhadap persoalan yang terjadi, baik itu secara lisan, Whatsapp, media sosial FB maupun Instagram. Ia meminta kepada DPRD Provinsi untuk dapat memfasilitasi dalam melakukan kunjungan bersama DPRD Kota Dumai guna menyatukan pemikiran.

Zamzami Harun, ST juga menyampaikan beberapa masukan kepada Kadis Perhubungan Provinsi Riau untuk dapat mengaktifkan kapal-kapal yang ada dan pihak ASDP juga dapat mempersiapkan kapal yang besar dan layak dalam melayani penumpang.

“Persoalan yang hari ini telah kita sepakati,kita berharap besok sudah harus berlaku karena persoalan ini sudah memakan waktu selama berbulan-bulan. Maka dari itu kita minta kepada ASDP bagaimana kapal-kapal yang ada bisa berlayar sampai malam sesuai dengan kesepakatan yang telah kita sepakati bersama,” tegas Zamzami.

Hendri juga menegaskan, apa yang dirapatkan bersama pada hari ini terhadap persoalan Ro-Ro Dumai-Rupat merupakan rapat kali terakhir atau final, dan menghimbau kepada pihak ASDP untuk mentaati peraturan yang sudah disepakati bersama sehingga tidak ada lagi kendala yang terjadi dilapangan.

Kita minta kepada pihak Kadishub Provinsi Riau dan ASDP untuk dapat memperkerjakan putra daerah, sehingga ada tanggung jawab terhadap pelayanan Ro-Ro Dumai-Tanjung Kapal Rupat, tambah H. Mawardi.

Setelah mendengar dari berbagai pihak, H. Abdul Kasim selaku perwakilan Komisi IV DPRD Provinsi Riau mengatakan, karena ini sudah menjadi tanggung jawab bersama, maka ia meminta Kadis Perhubungan Provinsi Riau untuk bisa memberikan solusi terbaik, begitu juga pihak ASDP harus tegas dan mampu, kalau bisa katakan bisa.

Ketua Komisi II Ruby Handoko alias Akok mengingatkan, demi keselamatan para pekerja, pihak ASDP harus menambah Shift yang sebelumnya hanya berlaku satu shift, di tambah menjadi tiga Shift per satu kapal sesuai dengan waktu yang ditentukan. Akok juga meminta kepada pihak ASDP untuk dapat menghubungi Manajer yang bisa memberikan keputusan langsung di hadapan semua pihak yang hadir.

Diakhir pertemuan, Syahrial mengingatkan Kadishub Provinsi Riau dan ASDP untuk menjalankan komitmen 24 Juni. kedua, adanya penambahan kapal dengan pertimbangan apabila terjadi kerusakan tidak lagi terjadi penumpukan penumpang.

Penutup, diadakan penandatangan kesepakatan yang telah disetujui bersama di dalam rapat antara Pimpinan Rapat Komisi IV DPRD Provinsi Riau, Wakil Ketua I DPRD Kab. Bengkalis, Ketua Komisi II DPRD Kab. Bengkalis, Kadis Perhubungan Provinsi Riau, Kadis Perhubungan Kab. Bengkalis dan ASDP. (DeMo)

Iklan di bawah artikel

Leave A Reply

Your email address will not be published.