Balita Yang Tenggelam di Sungai Batang Petai Belum Ditemukan, Proses Pencarian Masih Terus Dilakukan

0 1.133
iklan artikel pertama

KUANSING, Buletininews.com – Hanyut terbawa arus sungai Batang Petai sejak Ahad (31/05/2020) pukul 17.30 wib kemarin, Proses pencarian Syaqila (4) warga koto Cengar, kecamatan kuantan mudik masih terus dilakukan. Ratusan warga dari 4 desa yakni warga desa Koto cengar, Seberang cengar, Lubuk ramo, dan Desa Pantai telah berupaya melakukan penyelaman dengan peralatan seadanya untuk menyisir lokasi kejadian hingga 2 kilometer ke arah hilir dari tempat korban terseret. Mereka mulai melakukan pencarian sejak pukul 17.40 wib kemarin, hingga pukul 04.00 dinihari tadi.

Sekitar pukul 02.00 wib 6 personil Badan SAR Nasional (Basarnas) provinsi Riau sudah diterjunkan untuk melakukan pencarian, namun belum membuahkan hasil. Pencarian terpaksa dihentikan sekitar pukul 04.00 wib dinihari tadi, dikarenakan curah hujan yang cukup deras sehingga menyulitkan proses pencarian.

Afrianto salah seorang warga koto Cengar saat dikonfirmasi wartawan mengatakan, untuk saat ini proses pencarian Masih terus dilakukan. Tidak hanya dari Tim SAR Nasional, Pencarian juga dilakukan oleh TNI Polri, dan Ratusan masyarakat setempat.

iklan artikel tengah

“Ya, Hingga saat ini masih kita lanjutkan pencarian, hari ini kondisi debit air sungai Batang petai bertambah, karena diwilayah ini diguyur hujan lebat tadi malam, sehingga proses pencarian dihentikan pukul 04.00 wib dinihari tadi,”ujar Efrianto

Informasi dihimpun, sebelumnya korban bersama ibunya Santi berangkat dari rumah sekitar pukul 16.00 WIB menuju kebun jeruk Agro wisata yang terletak di dusun I desa Lubuk Ramo. Kebun jeruk tersebut berada di pinggir sungai.

Sesampainya di Kebun jeruk Agro wisata, beberapa saat kemudian, ibu korban sudah beberapa kali melarang supaya anaknya jangan bermain ditepi sungai, tidak lama kemudian, tiba-tiba Syaqila terseret arus sungai yang cukup deras sehingga tidak bisa terselamatkan.

Saat ini, Satu tim Rescue yang berjumlah 6 personil dengan peralatan lengkap diantaranya rescue D-Max double cabin, truck personil, satu unit perahu karet, peralatan selam, peralatan medis/evakuasi, alat navigasi dan komunikasi, serta alat pelindung diri (APD) Hazmat 2 set masih berusaha untuk melakukan pencarian korban. (Eki Maidedi)

iklan paling bawah artikel
Iklan di bawah artikel

Leave A Reply

Your email address will not be published.