Ngeriiih…Peti Jenazah PDP Covid – 19 Warga Kelurahan Pasar Bhayangkara Tertuncap, Pihak Keluarga Emosi dan Mengambil Alih Pemakaman

0 1.380

PALI, Buletininews.com — Ditengah berbagai aksi penolakan pemakaman standar Covid – 19 dibeberapa daerah di Indonesia. Gugus Tugas Pencegahan Covid – 19 Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) melaksanakan pemakaman pertama standar Covid – 19 Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di TPU Talang Pegang Kelurahan Bhayangkara. Almarhumah (Ibu Sukowati 57 Tahun) yang beralamat di jalan Pasar Baru Taman Siswa Gang Al Janah No. 26 RT.016/RW.006 Kelurahan Pasar Bhayangkara Kecamatan Talang Ubi Kabupaten PALI. Almarhumah merupakan salah satu pasien Rumah Sakit Daerah (RSUD) Talang Ubi yang ditetapkan sebagai Pasien Dalam Pemantauan (PDP) Covid – 19 saat setelah meninggal dunia.

Pelaksanaan pemakaman dipimpin langsung oleh Ketua Gugus Tugas Junaidi Anwar dan Juru Bicara Covid – 19 dr. Zamir Alvi beserta petugas pemakaman. Namun pelaksanaan pemakaman pada malam hari itu kamis (21/05/20) menjadi mencekam dengan terjadinya kesalahan prosedural standar Covid 19.

Pantauan dilapangan media berhasil menghimpun video rekaman pemakaman. Dalam tayangan video tampak jelas saat peti jenazah akan diturunkan salah satu petugas yang menahan tali disudut kepala tidak kuat menahan beratnya beban sehingga peti jenazah jatuh keliang kubur dan tutup peti terbuka dengan posisi jenazah kepala dibawah kaki diatas.

Seketika seluruh pihak keluarga yang berada dekat dengan lubang kubur langsung terkejut dengan menjerit histeris melihat kejadian itu. Luapan emosi dan amarah pihak keluarga dengan mengucapkan kata – kata kasar kepada petugas mengundang seluruh warga yang hadir mendekati jenazah. Dengan situasi yang semakin mencekam dan tidak terkendali petugas pemakaman dari Gugus Tugas mundur teratur menjauhi jenazah.

Saat itulah pihak keluarga yang sudah tersulut emosi masuk kedalam lubang kubur. Mereka berusaha membantu jenazah yang masih posisi tertuncap. Peti jenazah langsung dikeluarkan, kantung mayat dan plastik dilepaskan. Mereka tidak memperdulikan lagi apakah mereka akan tertular atau terinfeksi Virus Corona dari jenazah. Pihak keluarga dan warga langsung melaksanakan pemakaman Almarhumah tanpa ada satupun petugas yang mencoba untuk mengingatkan mereka. Rencana awal pemakaman akan dilaksanakan standar Covid 19 tetapi akhirnya dimakamkan secara islam.

Dalam suasana masih diselimuti duka anak dari almarhumah Eka Kamelia (37 tahun) saat dikonfirmasi via telpon selular dikediaman rumah duka (21/05/20) membenarkan tragedi kelalaian pemakaman ibunya yang dilaksanakan oleh petugas dari Gugus Tugas Covid – 19 Kabupaten PALI.

“Pas datang ke kuburan tu tali tu lah siap, tigo ikok tali dijejer ontok masoke peti dalam kuburan tu kan. Nah begitu masoke peti dalam kuburan tu peti itu jungkir balik kepala duluan, jadi mamak aku tadi tesungkurlah dalam tanah kuburan itu,” ungkap Eka.

Dia melanjutkan penjelasannya bahwa seluruh pihak keluarga melihat kejadian itu langsung terbakar emosi dan suasana pemakaman menjadi mencekam.

“Nah nyelah kami sekeluarga besak nih ngamuk marah kami. Belari galo rombongan wong situ katakutan jingok kami la ngamuk. Tapi masih sadar idak katek yang namonyo goco apo segalo macam idak kan kak. Marah bae marah molot bae, aku bae teko aku marah,” tegas Eka.

Dengan nada semangat Eka terus memberikan keterangannya bahwa kejadian itu merupakan petunjuk dari Tuhan Yang Maha Kuasa bahwa almarhumah ibunya tidak mau dimakamkan dengan standar Covid – 19. Dia meyakini peristiwa itu juga adalah hikmah dari tuhan karena almarhumah ibunya bisa dimakamkan secara normal oleh pihak keluarga dengan cara islam.
“Itulah uji aku kamu sangkan kamu nak tau itu tu petunjuk dari yang dipucuk bahwa emak aku nih enggan dikuburi dengan caro model mak ini. Nah basoh kami wong islam uji aku, itulah uji aku ini mungkin ado hikmanyo emak aku malam nih oleh gara – gara peti itu tesungkur model itu. Jadi peti itu dikesahke lombos – lombos baju kami dibuka gale jadi dikuburke secaro normal cak biaso tulah emak aku kumpul galo wong kak,” terangnya.

Tidak sampai disitu dengan nada emosi Eka mengatakan akan menuntut pertanggungjawaban dari pihak yang menyatakan ibunya terjangkit virus corona. Dia menjelaskan bahwa ibunya sudah lima tahun mengidap penyakit diabetes dan patah tulang pinggang karena terjatuh.

“Kamu kutuntut kamu segalo – galo wong rumah sakit. Maju uji aku kamu siapo yang betanggong jawab ngatoke emak aku keno corona, mano buktinyo. Baso emak aku la limo taon dari 2015 mamak aku sakit diabet. Nyelah jatoh, nyelah patah pinggang dak pacak bejalan dak pacak ngapo – ngapoi,” tegas Eka.

Sementara itu saudara almarhumah Syamsudin mengatakan bahwa berita pemakaman standar Covid 19 almarhumah ayundanya yang terbit sebelumnya dibeberapa media online yang tidak dimuat dengan sebenarnya.

“Malam itu aku ado duo wartawan yang meliput jadi aku panggil. Kalu dak salah namonyo Eko dan Boger. Aku omongke samo dio. Nah ye kamu jangan beritake yang bagus bae. Beritake jugo peti mayat ayuk aku yang tetungkam tadi,” ujarnya saat dikonfirmasi takjiah 7 hari dirumah duka (27/05/20).

Ketua Gugus Tugas Pencegahan Covid – 19 Kabupaten PALI, Junaidi Anwar saat dikonfirmasi memalui pesan Whatsapp membenarkan tragedi terjatuhnya peti jenazah saat pemakaman standar Covid 19 almarhumah (Sukowati). Dia menyampaikan duka yang sangat mendalam dan memohon maaf kepada pihak keluarga atas kejadian itu.

“Pertama – tama kami mohon maaf yg sebesar – besarnya kepada keluarga almarhumah atas kelalaian tsb, Kejadian tersebut sama sekali tidak ada paktor kesengajaan yg di lakukan oleh Tim, namun dikarenakan mungkin paktor kecape’an dimana kotak jenazah di pikul cukup jauh dari lokasi. Terhadap petugas sebelum berangkat sudah kami brifing dan di simulasikan. Namun insiden tersebut terjadi dan semua itu bukan paktor sengaja maka sekali lagi saya atas nama gugus tugas mohon maaf yg sebesar – besarnya,” terang Junaidi.

Sementara itu Direktur RSUD Talang Ubi, dr.Hj. Tri Ftrianti saat dikonfirmasi melalui pesan Whatsapp mengatakan bahwa terkait dengan tragedi pemakaman standar Covid – 19 almarhumah (Sukowati) mengatakan untuk tanggapan terkait pemakaman lebih baiknya ke juru bicara gugus tugas Covid – 19 kabupaten PALI. Pihak RSUD hanya sebatas pelaksanaan penanganan jenazah standar Covid – 19

“Kak untuk di pemakaman mungkin lebih enak jubir yg berbicara Krn bukan kapasitas saya.

Iklan di bawah artikel

Leave A Reply

Your email address will not be published.