PALI, Buletininews.com — Setelah satu tahun lebih tidak beroperasi dikarenakan adanya Surat Rekomendasi Gubernur Sumsel Nomor 551/0080/Dishub/2019 tanggal 14 Januari 2019 yang berisi perusahaan mendapatkan rekomendasi menggunakan jalan khusus angkutan batubara dari Jalan Pertamina, Jalan PT MHP, Jalan Kabupaten dan Jalan hoaling PT EPI. Kini PT. Energate Prima Indonesia (EPI) beroperasi kembali diwilayah hukum kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) kurang lebih satu minggu yang lalu.
Dalam pantauan awak media dilapangan pengatur lalu lintas jalan raya PT. EPI KM 27, Aswan mengatakan bahwa angkutan truk batubara PT. EPI sudah mulai beroperasi seminggu yang lalu.
“Baru hari ini aku begawe disini. Operasionalnye seminggulah, baru uji coba,” terang Aswan saat disambangi di KM 27 PT. EPI (29/04).
Sementara itu salah satu warga Desa Purun Timur Kecamatan Penukal, Yanto mengatakan masyarakat menjadi takut saat berlintasan dengan truk angkutan batubara PT. EPI dikarenakan badan jalan tidak sesuai dengan kapasitas truk.
“Keluhannye masalah jalan tulah, karne masyarakat lalu lalang itu takot mobil sebesak ikak. Ade – ade kemari itu belintasan aku parak, yang kosong masok paret, jingok bae ditikungan itu, aku ni mantang tiap hari dihikak, jadi tau tekelek teros yek” terangnya saat ditemui di KM 27 (29/04).
(Keluhannya masalah jalanlah, masyarakat hilir mudik itu takut dengan mobil sebesar itu. Kemarin saat berlintasan saya dekat, truk yang kosong mengalah turun keparit, lihat saja ditikungan itu, saya ini menyadap karet setiap hari disini, jadi tau terlihat terus ya)
Dia juga menambahkan bahwa badan jalan yang ada saat ini terlalu sempit dan tidak layak dengan kapasitas truk angkutan batubara dengan tonase kurang lebih 30 ton.
“Libok eh keseluruhan dari paret keparet 15 meter. Kalu yang itu lapan meter, jadi potong paret paleng – paleng enam meter. Mobil tu liwat dak pacak nia nak lalu lalang,” tegas Yanto.
(Lebar dari keseluruhan dari parit keparit 15 meter. Jika yang itu delapan meter, jadi jika dikurangi lebar parit lebarnya kurang lebih sekitar enam meter. Mobil jadi sulit saat berlintasan)
Ditempat terpisah Kepala Desa Purun Timur, Alek Setiawan mengatakan bahwa memang sudah ada pemberitahuan dari PT. EPI untuk memulai operasional angkutan batubara.
“Bahwa ikak nak mulai running, running bukanye mulai, base running uji coba. Operasinya sekitar puluhan unit, kemungkinan die tu begerak nia abes lebaran. Mobilnya banyak kemungkinan pelebaran jalan sikak, mitulah nye ngomong ngan aku, jelas Alek saat ditemui di KM 27 PT. EPI (29/04).
(Bahwa ini baru mulai running, running bukannya memulai, running itu uji coba. Operasinya sekitar puluhan unit, Kemungkinan PT. EPI akan memulai operasionalnya sehabis lebaran. Dengan banyaknya unit mobil kemungkinan akan ada pelebaran jalan disini, seperti itulah PT. EPI menyampaikan kepada saya)
Sementara itu Manajer Operasional PT. EPI, Jabat saat dikonfirmasi melalui pesan Whatsapp pribadi (02/05) hinggah berita ini diterbitkan belum memberikan tanggapannya.(Efran)