KUANSING, BuletiniNews.com – Seuntai kalimat sederhana tapi, sungguh, syarat makna, tak berbunga-bunga tetapi penuh do’a.
“Tak ada do’a spesial hari ini, do’a yang masih sama isinya setiap hari dimunajatkan kepada Allah. Tak ada pula kata sayang terkhusus hari ini, karena setiap hari rasa sayang itu masih sama dan semakin bertambah. Dan tak selamanya rasa sayang harus diungkapkan dengan kata, selama kita masih bersama dan mau meraih Ridho Allah. Semoga lelah mu menjadi berkah. Inshaa Allah.”
Kalimat “Semoga lelah mu menjadi berkah” adalah cerminan dari ketulusan Yuniwarti sebagai istri yang mendukung sang suami, dalam setiap tindakan, dalam setiap gerakan, dalam setiap ucapan. Karena tak mudah menjadi istri H. Halim, pemimpin di Kuansing yang kesehariannya lebih banyak bersama rakyat, turun ke pelosok dan bukan di rumah bersama keluarga.
“Jika itu untuk rakyat, saya kuat, meski hampir tak ada waktu Pak wabup untuk kami. Tetapi justru saya harus ikut serta dengan cara saya, bagaimana keinginan Pak Wabup untuk rakyat Kuansing yang sejahtera bisa terwujud,” kata Yuniwarti suatu hari, ketika ditanya, bagaimana perasaannya hampir setiap hari tak ada waktu H.Halim untuk dia dan anak-anak.
“Tapi secara kualitas selalu ada waktu Pak Wabup untuk kami, karena jika sudah di rumah, sama anak-anak, pak Wabup juga mencurahkan seluruh waktunya,” lanjut Yuniwarti.
Sebagai istri Wakil Bupati, Yuniwarti juga mendukung sang suami bukan hanya dengan sikap, dengan kalimat, juga dengan kerja nyata. Yuniwarti juga melakukan gerakan, khusus untuk kaum wanita, bagaimana memanfaatkan waktu agar produktif dan menjadi sumber pendapatan, misalnya dengan menanam tanaman bermanfaat di pekarangan. Bisa sayur mayur bisa tanaman obat.
Kegiatan yang dilaksanakan ini sudah banyak menuai hasil, karena jika biasanya perempuan desa menghabiskan waktu dengan kegiatan yang tak jelas, sekarang mereka bisa bertani ala mereka, kecil-kecilan, memanfaatkan pekarangan rumah saja. Selain indah dipandang mata juga bermanfaat.
Yuniwarti juga giat membina UMKM yang dilakukan kaum perempuan di Kuansing, seperti membuat Kerupuk sagu, makanan khas daerah Kuansing yang juga berkembang dan menjadi sumber pendapatan keluarga. Karena bagi Yuniwarti, untuk mencapai Kuansing Sejahtera tentu harus dengan kerja nyata, bukan sekedar kata.
Dan itu sesuai dengan program sang suami yang tercantum dalam visi misinya sebagai wakil bupati, yakni menjadikan Kuansing yang Unggul, Sejahtera dan Agamis.
“Tentu tidak mudah mencapainya, semua pihak harus saling mendukung, saling bekerjasama, sesuai kemampuan dan daya masing-masing,” kata Yuniwarti.
Demikian juga ketika bencana datang, Yuniwarti juga tidak berpangku tangan, tidak hanya diam di rumah dan menikmati segala fasilitas sebagai istri orang nomor dua di Kuansing. Ini dibuktikan Yuniwarti seperti pada saat Terjadinya bencana banjir yang melanda 9 kecamatan di Kuansing beberapa bulan yang lalu, kemudian pasca terjadinya banjir bandang di desa Petapahan kecamatan Gunung Toar. Yuniwarti pun turun langsung, melakukan apa yang dia bisa, untuk membantu masyarakat Kuansing.
Yuniwarti beserta rombongan setiap hari berkeliling ke daerah-daerah, ke pasar-pasar di Kuansing. Kegiatan Yuniwarti ini tentu sejalan dengan kegiatan sang suami, H. Halim , yang terus menerus mengedukasi masyarakat Kuansing, agar tetap menjalani roda kehidupan.
Sebagai wakil Bupati H.Halim juga harus memikirkan, bagaimana masyarakat Kuansing tetap bisa nyaman secara ekonomi saat corona menjadi penghalang untuk bekerja atau berusaha.
Sebagai orang nomor dua di Kuansing, saat pandemi harus makin banyak waktu H.Halim untuk turun kelapangan, artinya makin sedikit waktu bersama keluarga dan sang istri justru mendukung dengan membuat kegiatan yang sangat bermanfaat bagi masyarakat. Bukan merajuk minta diperhatikan tetapi justru bekerja nyata, bahu membahu dengan sang suami untuk bisa berbuat bagi masyarakat Kuansing.
(Eki)