Pekanbaru, Buletininews.com — Pesatnya perkembangan Kota Pekanbaru belakangan ini, mulai mencuri perhatian. Berbagai kemajuan fisik, mulai dari jalan hingga bangunan nampak kian berkembang. Belum lagi, pergerakan perekonomian di Kota Pekanbaru terbilang cepat dibanding kota lainnya yang ada di Sumatera. Hal ini juga yang menjadikan kota Pekanbaru sebagai magnet untuk mencari peruntungan hidup.
“Kalau di siang hari, jumlah penduduk Pekanbaru bisa lebih dari 1 juta jiwa, karena banyak warga dari daerah di sekitar Pekanbaru yang mencari nafkah di Kota Pekanbaru,”ungkap Wali Kota Pekanbaru, Firdaus yang menggambarkan bagaimana hidupnya Kota Pekanbaru.
Atas dasar itu pula, Wali Kota Pekanbaru, Firdaus memiliki ide untuk menaikan status kota Pekanbaru yang sebelumnya hanya kota besar untuk naik sebagai kota metropolitan.
Wali kota berpendapat banyak syarat yang sudah dipenuhi Kota Pekanaru untuk bisa menjadi kota metropolitan. Salah satunya adalah jumlah penduduk yang lebih dari 1 juta jiwa.
Namun menurut Walikota, untuk Pekanbaru bisa maju tidak hanya berdiri sendiri, karena itu juga tidak lepas dari peran serta kabupaten kota tetangga yang berbatasan langsung dengan Pekanbaru. Sebutlah itu Kabupaten Kampar, Kabupaten Pelalawan dan Kabupaten Siak.
“Kita tidak bisa maju kalau hanya sendiri, makanya kami memiliki untuk juga memajukan kabupaten kota lain yang ada di sekitar Pekanbaru, makanya lahir Pekansikawan. Sebagai kota penyangga mereka juga harus sama-sama maju, seperti halnya Jabodetabek,”terang Wali kota.
Dengan itu, Wali kota mengklaim, arah Pekanbaru menjadi kota metroplitan akan lebih muda.
karena kawasan Metropolitan yaitu kawasan perkotaan yang terdiri atas satu Kota inti berstatus otonom dan kawasan perkotaan di sekitarnya yang membentuk suatu sistem fungsional dengan jumlah penduduk melebihi 1.000.000 jiwa.
Walikota menjelaskan, dalam kurun waktu satu dekade ini Kota Pekanbaru telah berkembang demikian pesat. Pekanbaru mampu hadir sebagai magnet pertumbuhan dan menjadi lambang semangat serta ambisi dari sebuah kota yang terus bergerak maju dalam mewujudkan sebagai pusat bisnis dan investasi di Indonesia.
“Kota pekanbaru merupakan Kota yang memiliki posisi strategis dari aspek geografis dan ekonomi. Kota Pekanbaru merupakan salah satu wilayah yang diharapkan bisa menjadi gerbang perdagangan Indonesia bagian barat,” cetus Wali kota.
Selain itu posisi yang strategis yang menjadi koridor pusat ekonomi yang direncanakan dalam dokumen Masterplan Percepatan & Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) yakni koridor Pekanbaru dan koridor Batam, Sesuai dengan amanat Peraturan Daerah Kota Pekanbaru Nomor 1 tahun 2011 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kota Pekanbaru Tahun 2005-2025, serta RPJMD Kota Pekanbaru Tahun 2012-2017, maka dirumuskan Visi dan Misi Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kota Pekanbaru tahun 2017-2022 sesuai dengan visi dan misi Walikota/Wakil Walikota sebagai berikut: “Terwujudnya Pekanbaru Sebagai Smart City Yang Madani”.
Pada sisi lain Ikhitiar untuk menjadikan kota Pekanbaru lebih kompetitif melalui peluang baru yang disediakan oleh desentralisasi, dan mempersiapkan strategi pembangunan yang memberikan dampak luas terhadap ekonomi, investasi dan sosial menjadi bagian penting dalam menuju kota yang dicintai oleh warganya.
Upaya ini juga telah mendorong manajemen publik yang lebih efektif dan efisien serta meningkatkan tata kelola pemerintah kota Pekanbaru dalam pemberian layanan termasuk dengan hadirnya Mal Pelayanan Publik, sebuahterobosandalampelayananPemerintah Kota yang terintegrasi dan terpadu.
Selain itu, penekanan ditempatkan pada pentingnya melibatkan pemangku kepentingan yang berbeda, yang akan mengarah pada
Sejalan dengan bergulirnya otonomi daerah dan bergantinya kepemimpinan, Kota Pekanbaru terus berkembang pesat dan menjelma menjadi Kota yang luar biasa di Indonesia dalam dekade 10 Tahun terakhir.
Dengan posisi wilayah yang sangat strategis, Pekanbaru memiliki potensi yang unik, karena berada tepat di tengah propinsi Riau dan di jantung pulau sumatera.
“Dikelilingi daerah yang kaya dengan sumber daya alam, berada pada jalur lintas timur Sumatera dan sekaligus berfungsi sebagai pintu gerbang Indonesia bagian barat menuju kawasan Asia, Amerika dan Eropa. Pekanbaru menjelma menjadi kota harapan baru di Negara Republik Indonesia,”imbuh Wali kota lagi.
Disamping berkembang menjadi sebuah metropolitan Pekansikawan (Pekanbaru, Siak, Kampar dan Palalawan), Pekansikawan juga tumbuh menjadi salah satu pusat kegiatan nasional dan memberi pengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi regional khususnya wilayah sumatera.
Kerjasama ini bertujuan untuk peningkatan efisiensi dan efektifitas pelayanan publik, percepatan pengembangan daerah perbatasan, pengelolaan potensi daerah dengan saling menguntungkan demi kepentingan masyarakat, serta bertujuan untuk peningkatan kualitas pelayanan publik yang efektif dan efisien di wilayah PEKANSIKAWAN yang memiliki penduduk 2,3 juta jiwa.
Pekansikawan adalah kerja sama regional untuk percepatan pertumbuhan kawasan dalampembangunan kota yang modern, melalui konsep smart city atau kota pintar, liveable city atau kota layak hidup, dan greencity. Ssebagai pemimpin kota yang baik harus memikirkan pertumbuhan regional karena ketika kota metropolitan berkembang, akan membutuhkan kerja sama dari wilayah atau kabupaten sekitarnya.
Disamping itu juga usaha untuk mengintegrasikan lingkungan ke dalam pengambilan keputusan ekonomi sangat penting untuk pertumbuhan cerdas: kota harus berinvestasi dalam infrastruktur dalam membangun sumber daya manusia dan pelayanan agar masyarakat bisa hidup dengan layak berkualitas, efektif dan efisien. Pemko Pekanbaru menggagas Kota Metropolitan Pekanbaru, Siak, Kampar, dan Pelalawan (Pekansikawan) sejak 2016 lalu. Gagasan itu terwujud pada 2019 bersama 20 kawasan metropolitan lainnya di Indonesia.
Saat ini, akses ke Pekansikawan telah dibuka. Masyarakat di daerah hinterland Pekansikawan saat ini telah dimudahkan begitu juga sebaliknya. Dari akses transportasi, skema KPBU SPAM, pendidikan, dan fasilitas kesehatan yang telah bisa dinikmati oleh masyarakat di daerah hinterland Pekansikawan diantaranya :
Dimulainya pelaksanaan Konektivitas Moda Angkutan Darat dengan adanya rencana operasi angkutan massal aglomerasi pekansikawan.
· Terminal BRPS-Simpang Sei Pinang
· Terminal BRPS-Rimbo Panjang
· Terminal BRPS-Marpoyan (Via Kubang Raya)
· Stadion Rumbai-Minas
· Pasar Tangor-Simpang Beringin
Dimulainya sistem KPBU SPAM Kampar-Pekanbaru
Desa Kualu, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar menjadi salah satu lokasi terwujudnya gagasan Firdaus saat masih menjabat sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) mengenai Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM). “SPAM regional lintas Pekanbaru dan Kampar merupakan salah satu agenda pembangunan kawasan Metropolitan Pekanbaru Siak Kampar dan Pelalawan (Pekansikawan). Artinya, proyek ini didukung Pemprov Riau, Pemko Pekanbaru, dan Pemkab Kampar,”
Pendidikan
Ditandai dengan beberapa buah sekolah di daerah penyangga milik Pemko Pekanbaru yang diisi oleh murid-murid, anak-anak kita dari daerah Penyangga
Kesehatan
Ditandai dengan beberapa faskes yang turut mengakomodir masyarakat di daerah penyangga Pekansikawan.
1. Selain itu, unsur yang semakinPekanbaru menyongsong Megapolitan Sikawan adalah :
Di tahun 2021, Kota Pekanbaru ditetapkan oleh BRIN (Badan Riset Nasional) sebagai Daerah yang memiliki daya saing sangat tinggi.
Nilai Indeks Daya Saing Kota Pekanbaru tahun 2021 dari keempat aspek yang diukur adalah 3.757 dengan rincian masing masing aspek adalah Aspek Ekositem Inovasi sebesar 3.94, Aspek Penguat/ Enabling Environtment sebesar 3.21, Aspek Sumber Daya Manusia/ Human Capital sebesar 4.00 dan Aspek Pasar Sebesar 3.88.
2. Pekanbaru merupakan kota dengan perputaran uang tertinggi di luar pulau Jawa
3. Dan, merupakan kota tujuan investasi nasional selama +/- 8 tahun berturut-turut.