Tapung, Buletininews.com — Resmi pulang ‘bainduok’ ke pesukuan Domo dalam keluarga besar H Abdul Malik Ja’far dan Syamsiah, H Catur Sugeng Susanto SH didampingi oleh Hj Muslimawati. Jumat (31/01) pagi tiba di Petapahan Kecamatan Tapung.
Acara yang digelar ini, resmi ditandai dengan pemasangan songket (sasampiong, dalam bahasa ocu) oleh Datuok Majo Indo kepada Catur Sugeng Susanto yang disaksikan oleh seluruh masyarakat dan mamak datuok anak kemenakan yang hadir.
Catur Sugeng Susanto juga Bupati Kampar ini mengucapkan apresiasi yang setinggi-tingginya atas kegiatan yang memang tidak disangka atas langkah dan pertemuan, sampai akhirnya masuk dalam keluarga besar H Abdul Malik Ja’far dan Syamsiah di Persukuan Domo.
“Saya mohon tunjuk ajar jika dalam kehidupan dan keseharian terjadi kesalahan, maklum dengan kesibukan sehari-hari dalam menjalani aktifitas sehari juga sebagai sosok Bupati Kampar.” tuturnya.
Lanjut, “Ini adalah dalam rangka menjalin silaturrahmi, hingga terjadi keselarasan, keserasian dalam kehidupan kita sehari-hari” Kata Catur yang memperkenalkan seluruh keluarganya.
“saya dengan 3 orang anak dan istri saya Muslimawati, ini bagian dari Kabupaten Kampar sebagai Negeri beradat dan Negeri yang religius” tambahnya.
Pengakuan atas Bainduok Catur Sugeng Susanto ini, ditandai dengan rapatnya perangkat persukuan Domo yang dipimpin langsung oleh H Khaidir Datuok Majo Indo dengan diawali prosesi penerimaan Catur Sugeng Susanto pulang ‘Bainduok’.
Khaidir Datuok Majo Indo menyampaikan, “seminggu yang lalu datang ke kami Catur Sugeng Susanto yang menyatakan keinginannya yang tulus dan ikhlas untuk berinduk dalam persukuan Domo.”
Di imbuh Datuok Majo Indo, “Atas adanya anak kemanakan yang ingin pulang Bainduok ke Datuok Majo Indo, kami selaku ninik mamak melakukan pertemuan di pesukuan Domo, awalnya. dan Alhamdulillah seluruh perangkat dengan hati yang gembira dan lapang, dengan muka yang jernih dapat menerima keinginan tersebut.” Kata H Khaidir.
Usai rapat dengan perangkat adat di pesukuan domo, kehadiran Catur Sugeng Susanto juga diterima dengan hati yang lapang oleh para Ninik mamak dan pesukuan yang ada di Kenegerian Petapahan, di Suku Kampai H Adnan Datuok Tanaro, Somi Datuok Setia Pahlawan, Kemanakan suku Piliang Yusran Datuok Suro Di Rajo, Imam Masjid Siad Muslim, Ketua MKA LAKTA H Zulfahmi SH Datuok Mangkuto dan perangkat desa Said Aidil Usman (SAU).
Prosesi berlanjut, Bupati Kampar melakukan ramah tamah dengan Ninik mamak dan keluarga baru Catur Sugeng Susanto. Sosok Bupati Kampar ini kemudian menuju Masjid Al- Ghufron melaksanakan Sholat Jum’at.
Usai Sholat Jum’at, digelar arak-arakan (iringan) menuju Rumah Godang/Rumah Adat dengan Dikiu Gubano dan disambut silat serta dikukuhkan ‘persemian yang di bendangkan ke langit dan di serakkan ke bumi’.
Datuok Pucuok Majo Indo, H Khaidir pada sambutannya menyampaikan, “bulek kato dek mufakat, kok bulek la bisa gelekkan, kok picak bisa dilayangkan yang akan dibendangkan ke langit dan seghakkan ka bumi di Balai adat Kenegerian Petapahan. Alhamdulillah pada hari ini Catur Sugeng Susanto telah resmi berinduk ke pesukuan Domo Kenegerian Patapahan.” Pungkas Khaidir.
Perhelatan ini turut hadir Sekda Kampar Drs H Yusri MSI, anggota DPRD Kampar, Forkopimda Kampar, Ketua LAKTA Kampar Safaat, Seluruh Ninik Mamak Kenegerian Petapahan, Tokoh Masyarakat dan Agama, Kepala OPD Pemkab Kampar, Camat Tapung Irwansyah, Kepala Desa se-Kecamatan Tapung, beserta ratusan Anak Kemanakan pesukuan Domo Petapahan.
(MHa)