APBD Kampar Tahun 2022 Sebesar Rp2,412 Triliun Disahkan, Ini Rincian Anggaran Setiap OPD

Kampar, Buletininews.com —Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kampar mengesahkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Kampar tahun anggaran 2022 pada rapat paripurna DPRD Kabupaten Kampar, Senin (29/11/2021).

Total pendapatan pada APBD Kabupaten Kampar tahun 2022 adalah sebesar Rp2,412 triliun.

Rapat paripurna dengan agenda laporan Badan Anggaran dan Pengesahan APBD Kabupaten Kampar tahun anggaran 2022 ini tanpa dihadiri Ketua DPRD Kampar Muhammad Faisal karena yang bersangkutan masih dalam suasana duka karena ibu mertuanya baru saja meninggal dunia beberapa hari lalu.

Rapat paripurna kali ini dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Kampar H Tony Hidayat dan didampingi oleh dua wakil ketua lainnya Repol dan H Fahmil. Dari 45 anggota DPRD Kampar tercatat sebanyak 30 orang yang hadir.

Selain itu dihadiri Bupati Kampar H Catur Sugeng Susanto, Kapolres Kampar AKBP Rido Purba, Dandim 0313/KPR Letkol Infanteri Leo Oktavianus Sinaga, Kajari Kampar Arif Budiman, Sekretaris Daerah Kabupaten Kampar H Yusri, staf ahli asisten, kepala dinas dan kepala badan dan undangan lainnya.

Sebelum ketuk palu APBD Kabupaten Kampar tahun anggaran 2022 dilakukan oleh pimpinan sidang Tony Hidayat, dilakukan penyampaian laporan dari Badan Anggaran (Banggar) yang disampaikan oleh Zulpan Azmi.

Dalam laporannya Zulpan menyampaikan, sumber pendapatan asli daerah (PAD) sangat penting untuk ditingkatkan. Berkaiatan hal tersebut, Banggar berpendapat bahwa ada tiga hal yang harus menjadi perhatian.

Pertama, pajak dan retribusi yang dikelola oleh OPD. Kedua, peraturan daerah (Perda) Kabupaten Kampar terkait penerimaan kebanyakan sudah berusia lama atau tidak up date dan up to date. “Kami memandang perlu pemerintah daerah perlu mereview terhadap Perda ini,” cakap Zulpan.

Ketiga, asumsi-asumsi terhadap penerimaan belum didukung data tentang objek yang valid dan akurat serta dapat dipertanggungjawabkan. Untuk itu menjadi tugas OPD terkait mempersiapkan data base yang dimaksud, sehingga asumsi penerimaan bersumber dari pajak tersusun lebih realistis dan kompatibel.

Selanjutnya dari sisi belanja daerah, Banggar melaporkan bahwa ada beberapa poin pokok pada APBD 2022 yaitu pertama, alokasi untuk program prioritas pembangunan daerah berdasarkan rencana kerja perangkat daerah (RKPD) 2022.

Kedua, alokasi penganggaran penanggulangan bencana nasional non alam dan penanggulangan bencana Covid-19. Ketiga, alokasi anggaran untuk pemilihan ekonomi nasional. Keempat, alokasi anggaran untuk mendukung program prioritas nasional tahun 2022 dan kelima alokasi mendukung program prioritas Pemerintah Provinsi Riau tahun 2022.

Terkait dengan pembahasan pendapatan belanja dan pembiayaan, Banggar telah mslakukan pembahasan atas RAPBD.

Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kahupaten Kampar ini menyampaikan, pendapatan pada RAPBD tahun 2022 adalah sebesar 2.412 miliar lebih.

Pendapatan bersumber dari beberapa komponen. Dari PAD sebesar Rp 270, 587 miliar lebih, pendapatan transfer sebesar Rp 2, 141 triliun lebih.

Kemudian berkaitan belanja daerah, Banggar menyampaikan bahwa APBD hendaklah mampu memenuhi fungsi perencanaan, alokasi dan fungsi retribusi. Dimana fungsi tersebut hendaknya berdasarkan keadilan dan kepatutan.

Belanja daerah hendaknya juga dilakukan secara Efisien dan efektif, dapat dimanfaatkan peningkatan kinerja pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pembangunan.

Adapun total belanja daerah pada RAPBD Kampar tahun 2022 adalah sebesar Rp2,468 triliun.

Banggar juga merinci beberapa alokasi anggaran per OPD. Diantaranya, Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga memiliki alokasi anggaran Rp 901 miliar lebih, Dinas Kesehatan Rp 238 miliar lebih.

Comments (0)
Add Comment