Meranti, Buletininews.com — Pandemi Virus Corona Disease 2019 atau sebutan lain Covid-19,yang belakangan ini telah menjadi perhatian Dunia,ada 213 Negara yang telah terpapar oleh wabah yang berbahaya tersebut termasuk Indonesia,Pandemi Virus Corona tidak hanya menggerogoti kesehatan,Namun telah berdampak pada sektor ekonomi masyarakat tidak sedikit masyarakat yang kehilangan mata pencariannya.
Dalam menyikapi kondisi tersebut Pemerintah Desa Mantiasa Kecamatan Tebing Tinggi Barat Kabupaten Kepulauan Meranti Provinsi Riau, yang sebagaimana dijelaskan oleh Muhajir.Kepala Desa Mantiasa Kepada Wartawan Buletin Inews.Com M.Khosir AMN,pada hari Senin 5 Mei 2020 yang lalu bertempat diruang kerjanya dalam Wawancara Ekslusif,Seputar Tanggap Covid-19.
Ia menjelaskan dalam menyikapi dampak pandemi virus corona (Covid-19) yang berpengaruh terhadap sendi-sendi Ketahanan Pangan, masyarakat Maka Pemdes Mantiasa telah melakukan privikasi pendataan penduduk melalui RT,Namun sesuai dengan hal itu Pemdes Mantiasa sebelumnya telah melaksanakan perubahan Anggaran Belanja Desa (APBDES) , jelas, Muhajir.
Acuan hukumnya adalah Peraturan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDTT) Nomor; 6 Tahun 2020 Tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Desa PDTT Nomor ; 11 Tahun 2019 Tentang Prioritas Pembangunan Dana Desa Tahun 2020 , dan Surat Edaran Menteri Desa PDTT Nomor ; 8 Tahun 2020 Tentang Desa Tanggap Covid-19 dan penegasan Padat Karya Tunai Desa, terang , Muhajir, yang pernah mejabat Ketua BPD tersebut.
Untuk Tanggap Covid-19 tersebut Pemdes Mantiasa telah mengarahkan ,kepada Kepala Dusun, RT dan RW diwilayah hukumnya masing-masing segera mendata warga penduduk yang dikategori kurang mampu terutama yang terdampak akibat pengaruh Covid-19 dengan sarat warga penduduk yang bukan penerima atau sebagai peserta,Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) validasi tersebut sesuai dengan arahan Pemerintah Pusat, ungkap, Muhajir, lagi.
Dengan adanya Perubahan tentang Anggaran Belanja Desa (APBDES) Maka ada Perubahan pula dialokasi Proyek Pembangunan Infrastruktur menjadi mengurucut yaitu1 paket, sebab
berpengaruh oleh alokasi anggaran perubahan tentang program Bantuan sosial langsung Tunai, Alokasi 1 paket program Infrastruktur tersebut sudah dilaksanakan yaitu Semenisasi Jalan Ahmad Ishak dengan ukuran panjang 122 meter Lebar 2,2 meter Tinggi 12 cm.biaya Rp. 54.327.000.- dengan pola Padat Karya Tunai Desa (PKDT), Adapun Program Bantuan Tunai tersebut yaitu Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang sumber Angarannya dari Dana Desa (DD) ,Terang, Muhajir, lagi.
Bantuan Tunai Langsung (BLT) per KK nya warga akan menerima Rp.600.000.- selama tiga bulan yakni terhitung mulai bulan April hingga Juni 2020, yang pencairannya tahap ke 2 dari Dana Desa (DD), setidaknya dengan adanya program BLT dapat menambah daya beli masyarakat yang terdampak Covid-19, kata, Muhajir.
Muhajir juga menghimbau kepada warganya yang berada diperantauan hendaknya jangan mudik dulu begitu juga bagi warganya yang ada di Desa jangan bepergian keluar daerah terutama daerah zona merah, hal tersebut demi memutus mata rantai penyebaran Virus Corona sesuai dengan Protokol Kesehatan,dan jangan lupa jaga kebersihan lingkungan dan kesehatan,cuci tangan pakai sabun, hindari dari kerumunan dan gunakan masker demi mencegah terinfeksinya Virus Corona.( Khosir)